Gus Syafiq: Ansor Masa Kini adalah NU Masa Depan

Istimewa

NUKITA.ID, MALANG – style="text-align:justify">Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor, Gus Syafiq Syauqi menyebut, Ansor adalah organisasi kader yang didirikan muassis Nahdlatul Ulama. Seluruh kader harus siap membantu para kiai untuk memulai perjuangan khusunya ideologi NU.  

Hal itu disampaikan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) IX Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep, Jawa Timur dengan tema Menyatukan Jamaah untuk Harakah An-Nahdliyah. Acara dipusatkan di Pondok Pesantren Assadad Kecamatan Ambunten, Sabtu (24/10).

Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur tersebut menekankan agar fungsi organisasi harus benar-benar melekat pada sanubari agar kelak bisa menggantikan generasi tua.  

"NU masa depan adalah Ansor masa kini. Ini beban berat kita, namun di Sumenep mampu dijawab kepengurusan sebelumnya yang sering kali menertibkan administrasi dari masa ke masa. Para kader harus taat pada aturan organisasi yang ditentukan oleh pimpinan pusat, lanjutnya," katanya.

Hal tersebut dirasakannya saat PW GP Ansor melakukan safari ke berbagai kepengurusan daerah, seperti kawasan tapal kuda, matraman, dan lainnya.

"Berkat bantuan tim PW GP Ansor Jatim, permasalahan tersebut kami atasi. Ada 38 PC yang kami kunjungi, tinggal 1 yang belum, yakni Ansor Pacitan," ungkapnya.

Kiai muda tersebut menegaskan bahwa menyapa kepengurusan di daerah sebagai solusi untuk meluruskan masalah. Karena manfaat silaturrahim ke setiap kabupaten dan kota bermanfaat agar kebijakan organisasi terealisasi.

"Perlu diketahui, sepertiga pengurus PW Ansor Jatim berasal dari Madura khususnya Sumenep. Bahkan kader terbanyak di wilayah Madura adalah Sumenep," ucapnya.  

Menurutnya, tujuan kedatangannya ke Sumenep untuk silaturahim dan ngalap berkah pada masyaikh. Lalu dirinya mengingatkan kepada kader untuk amal jariyahnya kepengurusan sebelumnya yang mampu menghidupkan seluruh Pimpinan Ranting (PR) Ansor se- Sumenep dengan mengadakan peningkatan ideologi.  

"Jangan sampai mati dan niatkan yang baik. Jangan sampai ada niat untuk membesarkan karir pribadi karena hakikatnya kita berkhidmat untuk cita-cita muassis NU," tutupnya.

Comments