Wakil Presiden Ma'ruf Amin Minta Umat Muslim Kedepankan Akhlaq

KH. Ma'ruf Amin. (Foto: Istimewa)

NUKITA.ID, MALANG – Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) menyelenggarakan Maulid Akbar: Doa untuk Keselamatan Bangsa di Masjid Istiqlal Jakarta pada Kamis (29/10).

Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin yang hadir secara virtual juga turut memberikan sambutan. Ia mengajak umat Islam Indonesia untuk senantiasa mencontoh sifat dan karakter Nabi Muhammad agar dapat menjadi suluh (penerang) bagi kehadiran orang lain.

Di antara teladan yang bisa kita tiru adalah bagaimana beliau melakukan perubahan masyarakat ketika itu. Salah satu yang dilakukan Nabi untuk melakukan perubahan itu adalah dengan terlebih dulu memperbaiki akhlak dan mental masyarakat. 

“Dalam melakukan upaya perubahan, Nabi megutamakan terlebih dulu perbaikan akhlak karena ini fondasi dari langkah selanjutnya. Di awal masa kenabian beliau fokus pada perbahan akhlak dan mental,” jelas Kiai Ma’ruf yang juga Mustasyar PBNU ini. 

Ia mengungkapkan bahwa misi yang dibawa Nabi adalah persoalan untuk bagaimana menyempurnakan akhlak Nabi. Sebagaimana yang pernah dikatakan Nabi dalam hadits, Kiai Ma’ruf mengutip, “innamaa bu’itstu li utammima makarimal akhlak”.   

“Kita bangsa Indonesia yang sebagian besar beragama Islam sangat layak untuk meneladani apa yang telah beliau lakukan. Semoga bangsa kita bisa bangkit dan menjadi bangsa yang terbaik di masa mendatang,” ungkapnya. 

Pada kesempatan itu juga hadir secara virtual Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ia memberikan apresiasi kepada PBNU yang mengadakan acara Maulid di tengah pandemi, tapi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Ia juga menjelaskan bahwa momentum peringatan Maulid Nabi harus menjadi kesempatan untuk umat Islam dalam menunjukkan kecintaan kepada Nabi Muhammad. Tak hanya itu, Anies juga mengajak untuk senantiasa mengambil hikmah, pelajaran, dan menakar seberapa dekat dengan manusia paling mulia itu. 

“Tugas kenabian adalah untuk menyempurnakan akhlak. Insyaallah ktia semua menjadi pribadi yang bukan saja menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah saat Maulid ini, tetapi juga kita meningkatkan kualitas pribadi dan akhlak kita,” ungkap Anies. 

“Sehingga mudah-mudahan kita semakin dekat dengan sifat dan akhlaknya Rasulullah,” imbuhnya. 

Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar pun turut mengapresiasi PBNU yang tak pernah mau ketinggalan untuk melepaskan event atau kegiatan yang berkaitan dengan Nabi Muhammad. Hal ini menunjukkan, PBNU mengajarkan soal kecintaan kepada Nabi. 

Sebelum acara ini dilaksanakan, beberapa waktu lalu, Kiai Nasaruddin menceritakan didatangi oleh panitia penyelenggara dari PBNU untuk menanyakan bolehkah Masjid Istiqlal digunakan untuk kegiatan Maulid Akbar? 

“Saya katakan, sebetulnya Masjid Istiqlal ini belum diresmikan penggunaannya setelah direnovasi oleh Presiden. Kemudian di sini masih ada beberapa pekerja untuk menyempurnakan Istiqlal,” jelasnya. 

“Tapi karena PBNU akan menggunakan maka semuanya kita rapikan. Maka alhamdulillah sekarang ini bisa sangat bersih kembali. Inilah bukti kecintaan masjid istiqlal kepada umatnya, khususnya kepada NU. Kegiatan apa pun yang dilakukan PBNU, Insyaallah Istiqlal selalu terbuka,” tutupnya. 

Acara Maulid Akbar ini diisi dengan penyampaian mauizhoh hasanah oleh Ketua Umum PBNU dan Habib Umar bin Hafidz. Sementara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, menutup acara ini dengan doa.(*)

Comments